(Sumber: kompasiana)
Assalamu’alaikum, Readers

Masih ingat profile Kalya Mahiya yang pernah aku tulis beberapa waktu yang lalu, saat Kalya berhasil menerbitkan bukunya?
Tidak puas dengan dunia menulis, Kalya pun mengekspresikan dirinya lewat seni tari, hingga membawa gadis yang masih duduk di bangku kelas XI SMA Al Izhar Pondok Labu, Jakarta ini tampil diajang Andong Mask Dance Festival 2025 di Korea Selatan, yang digelar dari 26 September-5 Oktober 2025.
Di Andong Mask Dance Festival 2025, Kalya tampil membawakan Tari Topeng Kelana Gegasik dari Cirebon, Jawa Barat. Tarian ini memiliki makna filosofis yang mendalam dan menggambarkan kekuatan manusia.
Agar tampil istimiewa, Kalya mempersiapkan secara intens selama dua bulan. “Latihan dilakukan dua kali seminggu agar gerak, ekspresi, dan stamina benar-benar siap untuk tampil,” ujar Kalya,

Saat tampil menari, Kalya mengaku awalnya gugup, karena berkesempatan tampil solo di panggung besar. “Tapi begitu musik mulai dan aku mulai menari, rasa gugup itu hilang dan berganti jadi semangat dan rasa percaya diri,” terangnya.
Diakui Kalya, bisa tampil menari solo di Andong Mask Dance Festival 2025 merupakan kebanggaan yang tak terkatakan. “Rasanya campur aduk antara bangga, senang, dan terharu. Bisa tampil solo di festival internasional merupakan pengalaman berharga yang tak terlupakan,” tukas siswi kelas XI MIPA 3 dari SMA Al Izhar Pondok Labu, Jakarta.
“Yang ikut festival ini, dari berbagai negara. Jadi terasa suasana internasionalnya, semua penampil punya gaya dan karakter masing-masing,” sambungnya.
Apalagi, diceritakan Kalya, sebagian peserta yang ikut ajang merupakan penari professional dan penggiat seni di negara masing-masing. “Karena itu, aku sangat bersyukur menjadi bagian bersama mereka yang luar biasa dalam berkesenian. Ini merupakan pengalaman berharga,” ujarnya.

Bagi Kalya bisa memiliki kesempatan tampil Andong Mask Dance Festival 2025 merupakan suatu hal yang sangat disyukurinya. “Rasanya sangat bangga dan bersyukur karena bisa memperkenalkan budaya Indonesia ke penonton dari berbagai negara. Ini juga menjadi motivasi bagiku untuk terus berkembang,” jelasnya.
Dengan memiliki kesempatan tampil Andong Mask Dance Festival 2025, Kalya ingin menyampaikan bahwa budaya Indonesia itu indah, kuat, dan penuh makna. “Lewat tari, aku berharap penonton bisa merasakan semangat dan keindahan dari negeri kita,” pungkasnya.
Sekadar informasi, selain mahir dalam Tari Topeng, Kalya juga menguasai belasan tarian tradisional Indonesia. Mulai dari Tari Yospan dan Tari Mambo Simbo dari Papua, Tari Enggang dari Kalimantan Timur, Tari Kembang Kipas, Tari Lenggang Nyai, Tari Kite Satu, Tari Dewangga dari Betawi, hingga Tari Piring dari Sumatera Barat, Tari Marpangir dari Sumatera Utara, Tari Tifa dari Nusa Tenggara Timur, Tari Giring Giring dari Kalimantan Tengah, Tari Ratoh Jaroe dan Tari Ramphak Geulumbang dari Aceh, hingga Tari Lancang Kuning dari Riau.
Andong Mask Dance Festival, diadakan di kota Andong, provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan. Andong Mask Dance Festival pertama kali diadakan pada tahun 1997 untuk merayakan dan melestarikan tradisi tarian topeng Hahoe yang berasal dari desa Hahoe di Andong. Tarian topeng Hahoe memiliki sejarah yang panjang dan merupakan bagian penting dari budaya rakyat Korea.

Festival budaya dunia ini berlangsung di area bersejarah Hahoe Village, yang juga merupakan salah satu situs warisan budaya UNESCO, dan dikenal sebagai pusat seni tari topeng tradisional Korea.
Andong Mask Dance Festival dikenal sebagai simbol persahabatan antarbangsa melalui seni. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-29 dari festival tersebut, yang sejak pertama kali digelar pada 1997 dan telah menjadi salah satu ajang budaya paling bergengsi di Asia.
Setiap tahunnya, ratusan penari, musisi, dan seniman dari berbagai negara berkumpul di Andong untuk merayakan keberagaman seni dan warisan budaya dunia.



